03 Januari 2012

Perlindungan Hak Konsumen pada OAW (eBay vs Sotheby)



Pasti pembaca telah familiar dengan eBay... tetapi bagaimana dengan istilah OAW (Online Auctio Website)... pastinya masih jarang orang familiar dengan ini...

Ebay adalah salah satu contoh terbesar dari OAW, yang notabene masih banyak lagi OAW tentunya....

apa sebenarnya OAW itu ?

Online Auction Website adalah layanan lelang electronic untuk penjualan dan pengadaan barang antar perusahaan berbasis web (internet).

OAW ini semakin lama semakin menarik bagi dunia bisnis, namun sama halnya dengan karakteristik online website lainnya, masih banyak masalah yang dihadapi konsumen, terutama kasus penipuan yang dirasakan oleh konsumen. Sebagai studi banding, sejauh mana OAW memberikan keamanan bagi konsumen, mari kita bandingkan antara Sotheby dengan Ebay.

Sotheby VS eBay

Ebay sekarang adalah pasar lelang modern di dunia, namun jauh sebelum adanya eBay, telah ada perusahaan lelang yang sudah global hingga saat ini, yakni Sotheby, sebagai contoh pasar lelang tradisional. Dan keduanya menggambarkan perbedaan tingkat keamanan konsumen pada tabel berikut :


Sotheby

eBAy

Proseudr jual beli

Penjual dan pembeli bertemu secara lansung di satu tempat,dan di mediasi oleh Sotheby

Penjual dan pembeli hanya berkomunikasi melalui internet tanpa salang mengetahui sosok satu sama lain.

Prosedur regristasi pembeli

Surat pengenal atau Kartu tanda pengenal (paspor, sim, dan sebagainya)

Alamat email yang valid

Prosedur regristasi penjual

  1. Evaluasi barang yang dipilih

  2. Melakukan kontrak dengan penjual jika barang tersebut suah diterima

  1. Verifikasi dentitas penjual melalui telepon atau kartu kredit

  2. Menerima PayPal atau akun kartu kartu kredit pembeli atau penjual sebagai metode pembayaran

Distribusi

Sothebay, Penjual dan Pembeli

Penjual dan Pembeli

Kriteria keputusan untuk pembayaran

Deskripsi dan pengecekan spesifik barang

Hanya deskripsi


Jadi, dapat disimpulkan secara umum :

  1. Konsumen mendapatkan informasi yang lebih akurat dan dapat mengecek langsung tentang item yang akan dibeli ketika melakukan jual-beli dengan Sotheby daripada eBay

  2. Selanjutnya, setelah pembelian, jika terjadi ketidakpuasan atas item, konsumen dapat langusng melakukan pelaporan pada pihak Sotheby.

Jadi untuk konsumen yang mencari perlindungan yang legal dan jelas, OAW harus menjadi yang pertama dikeluarkan dari list pilihan.

Dan bedasarkan perbandingan Sotheby dengan eBay, ada beberapa hal harus dilakukan OAW, antara lain :

  1. Keterbukaan Informasi

  • Berikan infomasi yang lebih detail dengan kualifikasi yang berkaitan dengan informasi item dan penjual

  • Pada konsumen B2C , Konsumen mendapatkan surat perjanjian dalam bentuk obligasi dan pemberian informasi yang akurat seperti alamat usaha dan deskripsi item.

  • Untuk konsumen C2C, dapat dibuatkan perjanjian perorangan, dan peregristasian akun penjual yang lebih detil dan ketat.

  1. Keamanan bertransaksi

  • Pengedukasian konsumen akan menjadi bekerja efektif dengan meningkatkan kesadaran konsumen tentang trik umum penipuan yang dilakukan.

  • Menjelaskan mekanisme bertransaksi yang benar dan aman. Berkontribusi untuk konsumen mengidentifikasi penipuan dan segera melaporkannya kepada otoritas yang tepat.

  • Pemberian polis asuransi, Jadi jika pembeli menemui penipuani, maka ia akan menerima kompensasi dari 120 – 500 poundsterling (sekitar Rp 1.600.000 – Rp 7.000.000), atau menerima kembali uang yang dibayarkan jika menggunakan metode pembayaran PayPal.

  1. Pemberian ganti rugi

  • pendekatan non-litigasi, salah satunya ADR (Alternative Dispute Resolution atau alternatif penyelesaian sengketa). Dimana pendekatan ini menggunakan mediasi melalu free website forum bagi konsumen yang mengalami masalah dan ditangani mediator

  • Pendekatan litigasi

Litigasi adalah proses dimana seorang individu atau badan membawa sengketa, kasus ke pengadilan atau pengaduan dan penyelesaian tuntutan atau penggantian atas kerusakan

Jadi dari tulisan ini, walaupun pada OAW, konsumen lebih memiliki masalah kompleks daripada E-business biasa. Tetapi akan ada harapan OAW lebih memberi perlindungan hak konsumennya dengan melakukan ketiga saran diatas, ditambah dengan penetapan hukum dan peraturan yang jelas, serta pembentukkan pihak ketiga sebagai mediasi penjual dan pembeli, seperti halnya pada Sotheby....

Semoga ini menjadi wacana yang menginspirasi ...


02 Januari 2012

Lebih Mengenal Basis - Basis Sederhana Sistim DSS Bagi Mahasiswa



DSS (Decision Supporting System atau Sistem Pendukung Keputusan) adalah suatu sistem yang ditujukan bagi manajemen untuk membantu mereka dalam mengambil keputusan

DSS merupakan sistem yang telah lama terbentuk, sejak akhir 1600 – an di kampus victoria. Namun kiprahnya hingga sekarang masih belum terlalu familiar...terutamsa di kalangan mahasiswa (terutama mahasiswa bisnis).

Entah kenapa demikian... mungkin dikarenakan sistem ini masih terlalu rumit untuk dipelajari dalam waktu singkat oleh mahasiswa. Mahasiswa harus bisa lebih memahami keputusan yang disajikan ,dan mahasiswa harus mampu mengubah asumsi sistem tersebut dan mengimplementasikan kesesuaiannya dengan logika mahasiswa. Dan tentu biaya yang lumayan untuk membeli perangkat lunak ini.

Maka sekarang telah ditemukan cara pemecahan masalah bagi mahasiswa (terutama mahasiswa bisnis) untuk mempelajari, dan mengimplementasikan sistem DSS dengan sederhana.

Apa saja cara tersebut ? Mari simak bahasan berikut secara garis besar :


  1. DSS bedasarkan Spreadsheet (Ms. Excel)

Perusahaan menggunakan DSS bedasar spreadsheet dengan tujuan membantu mereka mengambil keputusan berapa harga item yang akan dijual (misal buku), berapa item yang dikeluarkan, dan paling penting apakah item ini layak untuk dijual.

Secara singkat penggunaan sistem DSS dengan Spreadsheet, sebagai berikut :

    • Observasi harga item pesaing utama

    • Tentukan anggaran pemasaran

    • Tetapkan harga item kita

    • Masukkan angka – angka (jumlah uang) diatas = Guna menunjukkan berapa item yang dijual

    • Periksa kisaran dari masing – masing variabel input DSS tersebut

    • Diskusikan masing – masing faktor dalam model dan yang mempengaruhi hasil keseluruhan

    • Mahasiswa dapat melakukan pengujian empiris dengan meninggalkan faktor luar yang ada, lalu mengubah peubahnya.



Keuntungaanya DSS dengan Spreadsheet :

  • Mudah menyelidiki model (viariabel yang diteliti) dan membuat perubahan sendiri tanpa harus belajar pemograman terlebih dahulu.

  • Tidak adanya pembatasan hak cipta dalam penyelidikan model atau variabel yang diteliti.


  1. DSS bedasarkan Visual Basic

Sistem informasi ini memperlihatkan sistem pengolahan transaksi (TPS) yang terkait oleh EIS yang datanya berasal dari database access yang diciptakan TPS.

Sistem kerjanya :

    • Mahasiswa ditawarkan menu-driven pertanyaan SQL

    • Buat query dengan mengklil pilihan yang tepat

Keuntungan menggunakan sistem DSS melalui Visual Basic adalah :

  • Tidak ada masalah hak cipta

  • Dapat melihat kode – kode dan bagaimana sistem tersebut bekerja.


  1. DSS bedasarkan VBA

DSS dengan VBA merupakan sistem DSS yang memberikan kemampuan besar dalam berinteraksi dengan spesifik aplikasi tertentu.

Cara kerja sistem DSS - VBA ini adalah :

    • Mahasiswa bertindak sebagai konsultan dan mempersiapkan spesifikasi dokumen untuk bisnis yang diteliti.

    • Menunjukkan bagaimana cara otomatis mengakses data dari transaksi database “hidup” menjadi spreadsheet.

    • Program menyisipkan VBA ke dalam Spreadsheed

    • Simulasikan dalam keadaan presentase yang berbeda sebagai perbandingan pengambilan keputusan.


Dalam sistem ini akan dikenal kode VBA, dimana kode ini untuk membantu mahasiswa melihat dampak dari kegiatan DSS. Kode VBA di excel juga dapat digunakan untuk membuaka dokumen Microsoft Word dan penyalinan perkiraan nilai di spreadsheet ke dalam dokumen word.Dan kode VBA juga dapat untuk membuka dokumen Access sehingga rincian di database juga dapat diubah.


  1. DSS Bedasarkan WEB

Untuk saat ini DSS dengan WEB masih belum terlalu diperhatikan, mungkin hanya beberapa bisnis on line kecil dan hanya sebagai alat pengembangan aplikasi DSS pada mahasiswa.


Bagaimana pembaca, sedikit mengenal basis sederhana yang membantu penggunaan sistem DSS, terutama bagi mahasiswa untuk bekal nanti saat menapaki dunia bisnis. Sistem DSS ini akan sangat diperlukan di era kedepannya, maka jangan ragu untuk mencoba belajar dan langsung mengimplementasikan DSS di berbagai basis sederhana diatas.....



28 Desember 2011

Jejaring Sosial Berpotensi Mentransformasi Budaya Organisasi?

Facebook, Twitter,... dan sebagainya saat ini menjadi trend sosial yang sedang menjamur. Tidak ada yang tidak kenal dengan media jejaring sosial, dan bahkan jika ada 10 orang di depan saya saat ini, mungkin hanya 1 orang yang tidak memilik akun Fb ( hanya perumpamaan )... Hadirnya jejaring – jejaring sosial ini memberikan angin perubahan di setiap lini budaya, salah satunya wacana transformasi budaya organisasi.


Apa itu Budaya Organisasi ?


Budaya Organisasi adalah sebuah nilai keyakinan yang diyakini bersama oleh semua komponen penggerak organisasi di dalamnya.


Didalam budaya organisasi tersebut, kita mempelajari materi tentang Transformasi Budaya.

Transformasi adalah Perubahan..Jadi, Transformasi Budaya Organisasi itu sendiri adalah perubahan mendasar yang terjadi pada organisasi akibat keputusan beradaptasi dengan lingkungan eksternal dan internal organisasi tersebut...

Lalu bagaimana keterkaitan pengaruh jejaring- jejaring sosial tersebut, dengan transformasi budaya organisasi?


Sekarang mari kita sangkut paut kan kalimat – kalimat yang bergaris bawah dia paragraf – paragraf sebelumnya... (simak ebih cermat kembali), untuk menjadi wacana akankah jejaring sosial berpotensi memberikan transformasi pada budaya organisasinya, atau hanya dengan memberikan aturan – aturan baru terkait jejaring sosial.


Jejaring sosial adalah media yang memfasilitasi segala informasi (baik yang dibutuhkan maupun tidak) yang lebih cepat terpublikasi, sehingga pada akhirnya menciptakan pola kebiasaan baru. Terkadang, akibat adanya jejaring sosial ini, orang tidak memiliki aturan dalam memberikan informasi, bahkan yang berkaitan dengan organisasi dimana orang tersebut terkait.


Salah satu contoh, pernah terjadi kasus di perusahan X (ini nyata, tapi maaf nama perusahaan tidak dicantumkan), dimana salah satu karyawan yang bersinggungan pendapat dengan manajer nya tentang sistim organisasi, menuliskan hujatan – hujatan di akun facebook nya, menyangkut-pautkan sistim organisasinya,bahkan memberikan informasi infomasi internal yang tidak perlu dipublikasikan . Padahal teman – teman facebooknya adalah rekan kerjanya, atasan, bahkan klien dari perusahaan tersebut. Dampak terburuknya adalah dengan orang dapat membaca apa yang tertulis orang akan me-mindset pikirannya, bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki budaya organisasi yang baik, sehingga karyawan tersebut dapat kurang beretika menulis hal demikian. Hal ini dapat dibuktikan dengan reaksi orang – orang yang membacanya.


Contoh lagi, karena jejaring sosial ini telah menjadi pola kebiasaan yang baru (terutama negara – negara berkembang, seperti Indonesia), bahkan sering ditemukan baik di organisasi pemerintah maupun swasta, para karyawannya diam – diam asyik mencuri jam kerja untuk ber”main” facebook atau jejaring sosial lainnya, meskipun terkadang telah ditetapkan aturan larangan menggunakan internet pada jam kerja. Hal ini tentunya menyebabkan ketidak efektifan dan ke-efisien-an karyawan dalam bekerja, dan tentunya merugikan organisasi.

Dari contoh - contoh diatas, dapat disimpulkan secara tidak langsung, jejaring sosial tersebut berpotensi memberikan pengaruh pada budaya organisasi untuk mentransformasi beberapa nilai budaya organisasi yang sudah dianut. Organisasi pelu mengkaji ulang, apakah budaya organisasi yang digunakan selama ini telah mengkristal di seluruh lini sdm organisasi tersebut atau belum. Karena kesuksesan budaya organisasi, dilihat dari bagaimana karyawan – karyawan nya mampu mengimplementasikan budaya organisasi tersebut dengan baik, menjaga nama organisasi dengan baik, dan sebagainya, walaupun terjadi perselisihan – perselisihan internal.


Bagaimana menurut pembaca, apakah jejaring sosial akan berpotensi memberikan wacana transformasi budaya pada suatu organisasi untuk beradaptasi dengan lingkungan eksternal?








23 Juni 2011

CULTURE INFL.UENCING THE ENVIRONMENT

Culture is as good living habits are passed down from one generation to another. And for business, culture is absolute and the main thing that must be understood, learned and applied, when he started the business in a new culture. Studying the culture into one main key to success in order to succeed.
However, rarely wider community, especially in Indonesia, which is still less aware of studying the cultures of other countries, a key to success abroad. Success here in the sense that his efforts were well received in the local community, business can be developed, and certainly bring more value the benefits, safety, and job security.
Well, on Saturday, June 18, 2011, the country was surprised by the convicted train a hero of our foreign exchange. Regardless of what and why it happened to him, here I review what the problem heroes - heroes of our overall foreign exchange, so often the punishment - punishment and torture like this.
Illegal recruitment agency and a lack of understanding about the culture of the destination country's migrant workers replied. We can not always blame the government on this issue, although we do have to admit the existence of a weak protection of workers and distribution of illegal migrants who always escaped. Here the government and society must work together, not the time to find out who is wrong.
Problems - problems like this should not happen, if TKI has previously trained and mental performance, as well as equipped with knowledge about the culture of the country of destination, even a very important thing is they have to pass the assessment work is good, responsive, and diligent. Often the problem is triggered non - fulfillment of their employer, because the performance is not good, and satisfactory in line with expectations. It is often expressed both directly and not by the state - the state target Indonesian migrant workers.
Even I myself had a personal experience that indeed I think can be a problem if this happens to migrant workers abroad. Some time ago I employed a domestic worker, she was practically still young, but its performance here is very disappointing, even we so come share a helping hand to him. He is not very responsive to his job, when given a hint of command, he worked very slowly, and was impressed thinking weak. His work was rarely done correctly in order, example washing clothes, when we still find a dry spot. Originally we understand, but finally to avoid misunderstanding, we decided to let him go.
It is a condition of domestic workers in Indonesia mostly, most of them do not work wholeheartedly and just waiting for orders without the initiative. This condition may be understandable fellow citizen of Indonesia, but whether other countries that receive migrants like this can accept about it ? especially culturally and linguistically very different.
In addition to workers who need training and learn the culture of his boss one day, but people - people who employ them must also receive training and understanding of cultural workers. This is to avoid inconvenience to the employer and workers in the process.
Therefore I strongly recommend:
  • The government and society are aware of any recruitment agency or recruitment of illegal workers, must act decisively by giving a clear and definite laws.
  • The government should make more agencies - recruitment agency legal institutions are legal entities with the name of the body clear clear and known to the public (ex like as pawn shops, the National Narcotics Agency, etc.), and preferably constructed in the region - the region of small, rural and remote areas Indonesia.
  • The government should require a legal recruitment agency providing the right training and good work, and study the cultural understanding and language of the country of destination.
  • The government should require both the recruitment agency in Indonesia and in countries of destination, to facilitate the communications of the TKI.
  • The government should have MOU agreements clear and unequivocal rules (whether about salary, employment, and others - others) and punishment - punishment that is allowed. For example with the Indonesian government firmly rejected beheading and execution of death sentences imposed in State X because after all migrant workers are not citizens of X, and so on.
  • The government must see a direct cultural learning process conducted in destination countries. So it's true - really well done the training.
  • The government should conduct outreach to the public to be vigilant on illegal recruitment agency.
  • The government should establish protection agency in the country of destination (must exist throughout the region) are special duties overseeing the state workers and superiors, and periodic expansion on migrant workers and superiors. So the workers can feel the attention and know where to come if there is a problem.
From this case we can conclude TKI, a culture will affect the environment like a corporate environment and even a country. Culture must be received with open, and with ready mentally. Studying a culture of communication to avoid misunderstandings that could be fatal, therefore it is important to understand other cultures, without losing its own culture.

07 Mei 2011

Ethics and Costumer in PT MNA (Merpati Nusantara Airlines)


On May 7, 2011 Indonesia is again mourning dove incident plane crash in the waters of Kaimana, West Papua which type MA60, fell shortly after deciding to land. This incident killed 18 people (one baby, two children - children and 15 adults: the source) of the 25 passengers who fell and still no circumstances deiktahui 6 flight crew ..
Why do I say again grieving?
Because earlier on August 2, 2009 and 13 April 2010 two types of aircraft owned PT Merpati Nusantara Airlines (Twin Otter, with flight number MZ 9760 and Boeing 737 aircraft Merpati MZ 836) also had an accident in Papua also has claimed many victims injured and killed ( source: http://satria11.blogspot.com/2009/08/ (tv one) and http://www.krjogja.com/news/detail/28226/20).
Here I do not review how this happened, but I want to review how the ethics of PT is to consumers.
Because apparently based on the source detik.com, MA60 planes have not secured a license to a license from the Federal Aviation Administration (FAA) United States (even though original Indonesia-made aircraft type CN-235 has picked up licenses from the FAA) and the historical record tracks how Chinese-made aircraft was purchased by PT MNA also turned out less well.
When PT MNA receives MA60 aircraft occurred Crack in the fuselage, but indeed this is already fixed when sent back by China.
However, my view rather than negative thingking yah ... but whether a reissue of the aircraft of this type even though it is "safe", will not repeat the Crack? I am not an expert on aircraft mechanisms, did not even understand at all but from the eyes of consumers arises the question '"If from the outset it PT MNA is less safe with this aircraft, why still negotiating again and receive?" Since this involves public life ... Although This word was associated with program funding of government-owned 10 000 watts. If PT MNA remain in his opinion to refuse this type of aircraft, perhaps this will not happen. It makes it ambiguous who played an important role entry of the aircraft, causing the accident (when only the rest of this plane incoming corn). What PT MNA or the Government? ..
Regardless of who's responsible, I even want to ask where are their ethics on consumer safety?
Once again PT MNA already 3 years old respectively - also suffered a tragic accident. Yet in business, the consumer is the main factor that determines a feasible business continues to operate or not, they who give the desired profit businessmen contribution. It is regrettable business ethics in Indonesia is still not reflected in the maximum, for example the case of PT MNA, which eliminates the lives of consumers. Remember that business will not run properly without ethics, and ethics here either to maintain the safety of consumers should be highly considered. Businesses not only how to make a profit today, but business was how Long Live.
So it seems in my opinion, CSR (Coorporate Social Responbility) programs had to be heavily promoted, not only about the environment, but also for consumers. Moreover, there are the sources said PT MNA buy aircraft products that have been "used", if I do not know why wearing secondhand planes (possibly policy - specific policy), but I strongly emphasize the bell; i the "new" Facebook no more loss of life and our flight was not in Blacklist by the UNI-Europe.

Source:

  • http://www.detiknews.com/read/2011/05/08/105517/1634816/10/pesawat-ma-60-tak-kantongi-lisensi-faa-tapi-dinilai-tetap-laik?nd992203605
  • http://www.detiknews.com/read/2011/05/08/121344/1634839/10/kisah-pesawat-ma-60-merpati-buatan-china-dan-proyek-listrik-10-ribu-mw? 9911012
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Merpati_Nusantara_Airlines


27 November 2010

About Jurnal

Saya juga setuju dengan Ibu Yuyuk tentang pendapat jurnal sangat penting dalam menulis penelitian...

menurut saya dengan adanya jurnal, pembuatan makalah / skripsi akan lebih jelas dan terperinci, penyaji akan dapat menulis penelitian lebih lengkap, karena dari referenai yang ada pada jurnal tersebut penyaji akan mengoreksi kekurangan tersirat (maupun tersurat) pada jurnal nya, dan memberikan gagasan yang baru pada tulisannya bedasar pengoreksian tersebut. Dan dari jurnal-jurnal itu pula data-data yang sulit ditemukan , akan lebih mudah ditemukan dan dipahami.

Dan pada akhirnya lebih memudahkan penyaji dan pembaca untuk memahami keseluruhan dari penulisan penelitian..

terima kasih

Diskusi Membantu Mahasiswa Lebih Open Mind

Menanggapi tulisan oleh dosen saya, Ibu Yuyuk, saya sangat menyetujuinya.

Menurut saya diskusi adalah sarana pembelajaran terbaik yang diterapkan pada mahasiswa, karena mahasiswa bukan lagi anak sma yang diarahkan pemikirannya. Mahasiswa adalah sosok yang sehurusnya (bahkan wajib) memiliki gagasan-gagasan atau pemikiran-pemikiran sendiri, tapi tentu dengan landasan-landasan yang sesuai. Namun terkadang ada beberapa dosen (maaf) yang seakan-akan tidak menempatkan kita sebagai mahasiswa, atau terkadang terjadi diskusi, hanya tidak berjalan maksimal... padahal mahasiswa itu harus dibangkitkan semangat berpendapatnya dan kreatifitas berpikirnya.

Karena itu saya sangat setuju jika proses diskusi diterapkan seperti gagasan Ibu Yuyuk, dimana dosen memberi pertanyaan dan mahasiswa menjawab, serta ada point tambahan.

Namun saya berpendapat alangkah baiknya sesekali proses diskusi seperti ajang curhat atau lebih dikenal istilah Brainstorming. Jadi Dosen sebelumnya (sebelum kelas selanjutnya diadakan) menwarkan pembahasan pokok inti, dan nantinya saat diskusi mahasiswa lah yang memberikan informasi serta pendapat mereka. Sehingga nantinya satu kelas ini akan ada timbal balik antar mahasiswa, dan dengan dosen, serta membangkitkan semangat mahasiswa untuk bersaing dengan rekan-rekannya secara sehat.
Dari sini pula dalam berpendapat mahasiswa tidak hanya terpacu pada pertanyaan dan memberikan pendapat umum, tapi mahasiswa bisa lebih mengarah ke pendapat khusus
. Menurut saya disinilah manfaat diskusi membangun mahasiswa lebih kreatif dalam pembelajarannya.

Mungkin kendala yang terjadi biasanya pada diskusi itu adalah ruangan... maksud saya penempatan tempat duduk juga berpengaruh jalannya diskusi.. terutama pada ruang yang lebih besar (memanjang ke belakang)... alasan saya adalah ruang besar berpotensi memecahkan konsentrasi mahasiswa terutama jika ia mendapatkan tempat duduk 3 baris dari belakang.... jadi saran saya adalah sebagai berikut :
Jika ruangnya besar... posisi tempat duduk lebih dibuat melingkar atau setengah melingkar, dan menempatkan mahasiswa yang sering duduk di belakang lebih dekat dengan dosen... (jarak duduk dosen sebaiknya tidak jauh dengan mahasiswa)
Jika ruangnya kecil dan tidak memungkinkan memindahkan posisi, itu tidak masalah karena kapasitasnya kecil, dan semua sudah tertuju pada dosen..

Jadi pada intinya saya setuju dengan pemikiran Ibu Yuyuk.. terimakasih.